Selasa, 23 Juli 2019

Akmal, Atlet Multitalent Yang Tak Mau Jadi Atlet


 
   Namanya adalah Akmal Ghifari Aziz, dia lahir pada tanggal 26 Agustus 1998 di Indramayu. Tinggi badannya 175 cm, berat badannya 67 kg, dan golongan darahnya B. Tempat dia tinggal sekarang di Jl. Adhyaksa Raya no. 17 A, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot kota, Kab. Bandung, Jawa Barat. Dia sekarang melanjutkan pendidikan nya di Telkom University dan mengambil jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual).

   Dari kecil Akmal sudah menggeluti dunia olahraga, pada saat usianya masih 5 tahun dia sudah menekuni olahraga Bulutangkis dan Renang. Pada tingkat sekolah dasar, Akmal sudah bisa menjadi juara dalam turnamen Bulutangkis di tingkat kabupaten Indramayu. Pada tahun 2011 ketika dia menginjak kelas 5 SD, dia mengikuti turnamen Bulutangkis tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung dan keluar sebagai Runner Up. Ketika masuk SMP, Akmal mulai tertarik dan memiliki minat pada olahraga Sepak Bola, Futsal, dan Basket. Tak tanggung - tanggung, Akmal mengikuti semua proses latihan yang di berikan pada 3 cabang olahraga tersebut. Pada saat kelas 1 SMP, dia sudah bisa menjadi juara pada dua cabor yang berbeda, yaitu Juara 1 Futsal tingkat kabupaten Indramayu dan Juara 2 Basket tingkat Kabupaten Indramayu. Seiring berjalan nya waktu Akmal mulai memfokus-kan untuk menekuni satu cabang olahraga saja, yaitu Basket. Pada tahun 2013, Akmal dan tim basket SMPN UNGGULAN SINDANG mengikuti turnamen Bola Basket antar Pelajar tingkat Provinsi Jawa barat dan berhasil keluar menjadi Runner Up. Setelah dia lulus SMP, dia melanjutkan pendidikan SMA nya di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu. Ketika dia baru memasuki kelas 1 SMA, dia sudah masuk kedalam tim utama bola basket SMA tersebut. Tidak tanggung - tanggung, selama ia SMA, 3 tahun 6 season berturut - turut ia menjadi Juara 1 pada kejuaraan Basket Perbasi Cup Indramayu dan keluar sebagai Fantastic Four pada kejuaraan Basket Honda DBL regional Jawa Barat. 


   Pada tanggal 15 Juli 2019, Akmal bersama tim basket Telkom University berhasil meraih gelar Runner Up pada ajang Liga Mahasiswa Basketball: Blibli.com West Java Conference Season 7 setelah kalah dari tim basket ITHB. Ketika ditanya:

"Apa kesan kamu  setelah berhasil  menjadi runner up pada turnamen ini?"
"Ini adalah hasil dari fokus latihan yang saya jalani dan berkat kerja sama tim. Sebenernya cuman hobby, tapi dapet prestasi haha. Alhamdulillah."

   Dia menjelaskan bahwa prestasinya ini hanya sebagai penyalur hobby, bukan untuk dijalani dengan serius. Dia juga menyatakan bahwa cita - citanya bukan menjadi seorang atlet.

"Maunya sih arsitek, atau karyawan BUMN haha. Doakan saja yang terbaik"

  Dia menjelaskan alasan mengapa dia tidak ingin menjadi atlet. Menurutnya menjadi atlet tidak bisa menjamin kebutuhan sehari - hari, apalagi di Indonesia banyak atlet - atlet yang terlantar dan kurang di hargai jasa nya. Dia juga ingin seperti ayahnya, yang juga merupakan atlet Golf tetapi tidak "bekerja" sebagai atlet, tetapi sebagai karyawan di salah satu perusahaan BUMN. 

Rabu, 17 Juli 2019

Kebingungan Kawhi Leonard

Lead
Status bebas transfer pemain NBA Kawhi Leonard mengakibatkan banyak tawaran untuk pindah tim.


"Many offered to move, it was difficult to make a decision." - Kawhi Leonard

Pernyataan itu di sampaikan oleh Kawhi ketika di tanya tentang keputusan nya untuk menetap di tim atau berpindah ke tim yang baru.